Harapan di Tangah Malam

Diselimuti embun..
Langkahku meramu udara malam di dalam kalut
Menjelang akhir lelap gulita
Mengharap mentari tak akan pernah kembali

Meniti kesendirian..
Berujar dalam hati, bertahan takkan mungkin selamanya
Bertanya dalam celuk jiwa, sampai kapan batas ketahanan yang mungkin bagiku?

Menukikkan senyum pada tanah malam yang dingin
Hanya sebuah kemungkinan yang tak bernyawa
Mengharap di ujung pekat di depan sana perjalanan terhenti
Kan ku temukan angkasa penuh cahaya

Kaki kembali menyeret langkah
Senyum yang paling mungkin hanya terjadi sesaat
Lalu meresap pada pekat, semakin tidak kasat
Kenyataannya aku masih tertatih sendiri dan berkarat

Semacam ketakutan atau kebimbangan
Hukum mana yang harus ku pegang
Pengembaraan pada rasa yang samar pada ketentuan dariNya
Penghayatan yang bahkan tak punya kekang yang mengikat

Ukh…
Melangkah seperti ini
Bag berpijak pada satu-satunya ranting yang keriput
Membentang di atas jurang terjal tak berdasar
Yang dengan suara yang serak meneriakkan rasa ‘LAPAAAAR….’?

Akh…
Mengambang seperti ini
Bag terapung di tengah samudra tanpa tepi
Tak pernah bisa menggapai cakrawala untuk bergelayut
Tak akan bisa mecengkram awan untuk melindungi diri

Ya Rabb…
Bimbang seperti apa yang tak kasat mata ini
Sepertinya aku berada di tengah angkasa tanpa satu bendapun di sekitarku
Atau di tengah rimba raya tanpa celah cahaya di manapun
Atau di sudut kamar sempit di depan sebuah komputer yang menyala berkedip..?

Aku berada di mana ya Rabb..?

Hening…
Bukan pada hatiku, namun pada malam yang memupuk kebimbangan
Dan hening tak mungkin menjadi obat
Tak sanggup menjadi penghibur

Ya Rabb…
Adalah seonggok aku yang kasat mata ini
Terpenjara di dalam jiwa yang merasa kebiru-biruan karena hina
Mengharap terang yang menyulutkan arah bagi kerdilku
Yang menimpali kegundahanku dengan keyakinan
Yang menimbal keraguanku dengan kekuatan menatap arah dariMU

Ya Rabb…
Berikan aku mimpi yang Engkau benar-benar jadikan mimpi yang pantas
Berikan aku takut yang Engkau benar-benar ijinkan aku untuk takut
Berikan aku harap dan cinta yang Engkau benar-benar ridlo akannya

Ya Rabb..
Bawa langkahku pada terangMu, bukan pada malam yang panjang dan sendiri
Terang meski pekat tanpa lentera
Terang meski melangkah dalam buta
Bawalah aku Ya Rabb…

Leave a Reply